Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Agustus 2012

Definisi cinta


Manusia penganut cinta yang salah akan tumbuh menjadi keledai yang polos. Kalau tidak jatuh atau gagal di lubang yang sama. kemungkinan ia akan jatuh atau gagal di lubang berikutnya. Ia tidak menyadari rasa sakit ketika cepat-cepat menemukan yang baru dan selalu tergesa-gesa menamainya itu cinta.

Temu


Kami memang tak selalu bersama karena lantaran tak ingin saling menyakiti pasangan satu sama lain, mengingat bosan terkadang membuat perangai tampak lebih buruk dari sebelumnya. Satu-satunya yang dapat menyelamatkan hubungan dengan memberikan jeda, sebab kami akan merasakan hal yang berarti setelah kesendirian itu berlaku.

Selasa, 15 Mei 2012

Bukan Dirimu


Bukan Dirimu

Kutemukan dia di dalam dia. Meski ia tampak berbeda. Ia terlalu banyak meninggalkan dan menanggalkan segala sesuatu di dalam otaknya. Ia bukan wanita yang banyak bicara dan ramah. 

Minggu, 15 April 2012

Kehilangan



Kehilangan

Platonis
           
Ruang itu menjadi merah muda ketika ia pelan-pelan datang. Lewat ketiak gelap dan dan ujung-ujung jurang yang berbatu. Ia menyentuhnya satu-satu. Televisi kecil yang memiliki dua fungsi siaran radio, cermin rias dan bangku duduk yang lusuh, jendela berterali garis-garis yang tepat memindai wajah bulan, seprai yang selalu kutiduri, serta lantai kotak-kotak berukuran tiga puluh senti kali tiga puluh senti. Dalam hitungan tiga jari, semua tersilap menjadi anyar.     

Sabtu, 10 Maret 2012

Noda


Sebuah penilaian yang saya katakan: tidak berniat berbohong. Tidak juga berhasrat menyembunyikan sesuatu. Hanya saja sedikit tidak terbuka. Entah berapapun alasan yang terpakai. Pernahkah berpikir, sekecil apapun noda. Ia tidak diperhitungkan dengan kadar atau banyaknya jumlah. Ia tetap akan bernamakan sebuah noda. Noda yang dapat merusak pakaianmu.

Sabtu, 21 Januari 2012

KESEMPATAN



Ketika kamu memiliki banyak peluang. Dengan mudahnya, kamu mengabaikan ke-sem-pa-tan. KESEMPATAN.

Rabu, 24 Agustus 2011

Hanya Ada Aku


Rayden membanting pintu dengan kuat setelah mendapat hardikkan dari ibunya. Ia bergegas mencari kertas, lantas menorehkan tinta ke dalamnya, seorang wanita bertubuh buncit dengan perutnya tanpa busana, ia tancapkan sebilah pisau tepat di tengah perutnya, ususnya burai lengkap dengan gambaran tetesan darah yang jatuh ke lantai. Lalu ia rusak perut itu dengan arah tinta yang berputar semakin hitam. Hingga tampak seorang wanita yang memiliki perut berlubang. Ia torehkan kata-kata besar, “Hanya ada aku dan ibu. Lalu kau MATI!”

Nyala Api Berwarna Biru


Jika hal yang tak terbantahkan adalah ketika aku melewati pintu bercorak lurik di ujung ruang. Pintu yang tak pernah menganga dan kuncinya selalu tersimpan di saku celana kakek. Pintu itu tak cukup jauh dari pintu kamarku, hanya berkelang satu pintu dari kamar kakek. Entah, mataku bergidik ketika pandangan kulempar ke arah pintu berlurik itu. Seolah-olah ada sepasang mata yang selalu mengintai dan mengawasiku dari ujung sana.

Jalan Pendosa


Entah, sejak kapan kami  mengawali pembicaraan. Kami telah terperangkap dalam bibir yang saling tindih. Berpagutan. Hingga sulurnya menjulur sekenanya lubang yang terbuka. Sampai memerah. Gemuruh ombak menelanjangi kami dengan suara riuhnya. Menghapus pasir-pasir di sela-sela jemari dan selangkangan kami. Menghapus anyir dan warna pekat berbuih bening. Lelaki itu kembali membelaiku. Dengan mata

Sabtu, 25 Juni 2011

siluet abu-abu


Mario tak tahu, bagaimana tidak untuk mengakhirinya. Ia pikir wanita itu benar-benar gila sampai ampas. Bak lintah menyesapi darahnya sampai ke ubun-ubun. Kalau salah-salah, Mario bisa mati dibuatnya.
Mario telah siap dengan setelan jas berwarna biru, diselipi dasi merah marun menjuntai. Ia melangkah bersama bocah-bocah penunjuk jalan bermata duitan. Entah, kenapa ia selalu berpindah-pindah apartemen.

Selasa, 07 Juni 2011

perjalanan


Roda empat mulai menyusuri  tapakkan hitam . Sebuah perjalanan yang  sudah dipersiapkan dari awal. Sebuah keluarga yang menyusuri  jejalanan dengan jumlah yang sedikit berbeda. Dua anggota bertambah. Sebuah makna dari perjalanan. Sebut saja  “penyadaran” . Karena hidup akan tumbuh dan

Kamis, 05 Mei 2011

Detik-Detik Peluncuran Daging Merah




Setelah solat maghrib, sekonyong-konyong pintu samping menyeruak diiringi mata yang berkilat-kilat. Yah! aku mafhum padanya ketika ia baru mencicipi dirinya sebagai wanita seutuhnya. Matanya mendelik ke arah sosok wanita tertua di rumahku. Kusebut sebagai kakak perempuan keduaku sedang dirundung gemuruh, kulihat matanya terus bergelincatan membara−yang menjadi alasan peristiwa sebelumnya. Ia menuding kesalahan itu bersumber dari wanita tua yang kusebut ibuku itu.

Selasa, 15 Maret 2011

Mamo-Zein

"Putri Zein , engkaulah sebaik-baik petunjuk bagiku."
"Dan Mamo, engkaulah sebaik-baik tempatku merajuk."
"Engkaulah sebaik-baik jalan bagiku menuju Tuhan yang lama aku lupakan."
"Dan engkau adalah sebaik-baik penerang bagi jiwaku yang kelam."

Minggu, 16 Januari 2011

lamunanku


Malam ini akan terasa lama berbeda dengan biasanya. Menghabiskan waktu disepanjang lentera malam dengan lamunan dan impian yang panjang. Mendesah sesekali dan menelan bulat-bulat air ludah yang berada diujung tepian lidah.  Menghabiskan secangkir kopi yang menjadi cicipan pertama bagiku, pekat lekat dan sedikit manis yang kurasakan, sensasi berbeda pada goyangan lidahku. Langit tampak gelap malam itu, hanya separuh raga bulan yang mengintip dibalik awan dan bintang tak tampak sama sekali berpendar-pendar. Keadaan itu akan dimanfaatkan Sang kucing  yang tersenyum sumringah ketika endusan hidungnya pada tong sampah tak akan diketahui pemilik rumah dengan begitu lahapnya makanan sisa habis tak bersisa. 

Rabu, 22 Desember 2010

KISAH POHON APEL


Sebagian teman-teman mungkin sudah membaca cerita ini. Tapi apa salahnya saya memuat cerita ini kembali  di Blog saya, buat teman-teman yang belum pernah membaca cerita ini dan sebagai review buat yang sudah membaca.  Semoga kita semua mendapat ibroh dari cerita ini. Amin.
***

Suatu masa dahulu, terdapat sebatang pohon apel yang amat besar.Seorang anak lelaki begitu gemar bermain-main di sekitar pohon apel ini setiap hari. Dia memanjat pohon tersebut, memetik serta memakan apel sepuas-puas hatinya, dan adakalanya dia beristirahat lalu terlelap di perdu pohon apel tersebut. Anak lelaki tersebut begitu menyayangi tempat permainannya.

Selasa, 19 Oktober 2010

semut-semut kecil



Begitu lelah ku kayuh melewati samudra dari tubuh ringkihku yang kecil  mencari pepohonan akasia. Hanya satu inginku, aku ingin kembali. Yah! Dimana kudapati kekumuhan namun terselip warna pelangi yang meneduhkanku. Sungguh, Ku rindu tempat itu. Ku dapati diriku terombang ambing di luasnya samudra, tersesat dipengasingan pulau berbentuk cincin. 

Rabu, 06 Oktober 2010

suatu senja di pantai itu

Kidung senja dibalik awan menuntun tapak kecil berlenggak lenggok hingga surya terbenam kita masih ditepi laut itu. Menunggu warna keemasaannya tenggelam pelan-pelan hingga mengernyap ke tubuh-tubuh kita yang kesepian.
“Aku suka ketika terbenam dan muncul perlahan-lahan bagai peri yang berpendar-pendar dengan terang yang tak terlalu menyilaukan. Tapi aku lebih suka lagi ketika bidadari mengisi jari-jariku menyaksikan bersama ketika keemasannya memancarkan sudut-sudut hati dilorong kesepian”. Itu ucapmu dulu, Ketika langkahmu masih terpaku ditanah merah.
temukan peluang emas