sudah hampir dua minggu kau meninggalkanku. Sejumput rindu kian datang dan menghilang sesekali waktu. Bagaimana kabarmu di sana? Pernah kuberpikir, kau sekarang sedang mengawasiku di sini lewat mata pandangmu, yang sayangnya cuma kau yang bisa melihat. Tapi aku tak bisa melihat. Meyakinkan diriku, kau tak pernah benar-benar jauh. Tapi aku tak bisa
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Rabu, 20 Maret 2013
Melukis masa lalu
Jumat, 17 Agustus 2012
Definisi cinta
Tweet
Label:
catatan ukhti,
cerpen,
novel,
puisi
Selasa, 15 Mei 2012
Bukan Dirimu
Tweet
Label:
catatan ukhti,
cerpen,
novel,
puisi
Minggu, 15 April 2012
Kehilangan
Kehilangan
Platonis
Ruang
itu menjadi merah muda ketika ia pelan-pelan datang. Lewat ketiak gelap dan dan
ujung-ujung jurang yang berbatu. Ia menyentuhnya satu-satu. Televisi kecil yang
memiliki dua fungsi siaran radio, cermin rias dan bangku duduk yang lusuh,
jendela berterali garis-garis yang tepat memindai wajah bulan, seprai yang
selalu kutiduri, serta lantai kotak-kotak berukuran tiga puluh senti kali tiga
puluh senti. Dalam hitungan tiga jari, semua tersilap menjadi anyar.
Tweet
Label:
catatan ukhti,
cerpen,
novel,
puisi
Sabtu, 10 Maret 2012
Noda
Sebuah penilaian yang saya katakan: tidak berniat berbohong. Tidak juga berhasrat menyembunyikan sesuatu. Hanya saja sedikit tidak terbuka. Entah berapapun alasan yang terpakai. Pernahkah berpikir, sekecil apapun noda. Ia tidak diperhitungkan dengan kadar atau banyaknya jumlah. Ia tetap akan bernamakan sebuah noda. Noda yang dapat merusak pakaianmu.
Tweet
Label:
catatan ukhti,
cerpen,
puisi,
Renungan bijak
Kamis, 09 Februari 2012
Children Learn What They Live (Dorothy Noltie)
Kamis, 31 Maret 2011
Langganan:
Postingan (Atom)






