Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Maret 2013

Melukis masa lalu

sudah hampir dua minggu kau meninggalkanku. Sejumput rindu kian datang dan menghilang sesekali waktu. Bagaimana kabarmu di sana? Pernah kuberpikir, kau sekarang sedang mengawasiku di sini lewat mata pandangmu,  yang sayangnya cuma kau yang bisa melihat. Tapi aku tak bisa melihat. Meyakinkan diriku, kau tak pernah benar-benar jauh. Tapi aku tak bisa

Jumat, 17 Agustus 2012

Definisi cinta


Manusia penganut cinta yang salah akan tumbuh menjadi keledai yang polos. Kalau tidak jatuh atau gagal di lubang yang sama. kemungkinan ia akan jatuh atau gagal di lubang berikutnya. Ia tidak menyadari rasa sakit ketika cepat-cepat menemukan yang baru dan selalu tergesa-gesa menamainya itu cinta.

Selasa, 15 Mei 2012

Bukan Dirimu


Bukan Dirimu

Kutemukan dia di dalam dia. Meski ia tampak berbeda. Ia terlalu banyak meninggalkan dan menanggalkan segala sesuatu di dalam otaknya. Ia bukan wanita yang banyak bicara dan ramah. 

Minggu, 15 April 2012

Kehilangan



Kehilangan

Platonis
           
Ruang itu menjadi merah muda ketika ia pelan-pelan datang. Lewat ketiak gelap dan dan ujung-ujung jurang yang berbatu. Ia menyentuhnya satu-satu. Televisi kecil yang memiliki dua fungsi siaran radio, cermin rias dan bangku duduk yang lusuh, jendela berterali garis-garis yang tepat memindai wajah bulan, seprai yang selalu kutiduri, serta lantai kotak-kotak berukuran tiga puluh senti kali tiga puluh senti. Dalam hitungan tiga jari, semua tersilap menjadi anyar.     

Sabtu, 10 Maret 2012

Noda


Sebuah penilaian yang saya katakan: tidak berniat berbohong. Tidak juga berhasrat menyembunyikan sesuatu. Hanya saja sedikit tidak terbuka. Entah berapapun alasan yang terpakai. Pernahkah berpikir, sekecil apapun noda. Ia tidak diperhitungkan dengan kadar atau banyaknya jumlah. Ia tetap akan bernamakan sebuah noda. Noda yang dapat merusak pakaianmu.

Kamis, 31 Maret 2011

Kini


Kini....................

Aku telah belajar menikmati kesepian,
Aku telah belajar mengikhlaskan  kegagalan,
Aku telah belajar menyimpan kepedihan,
Aku juga telah belajar memahami takdir-Nya,
temukan peluang emas